Iverdixon Tinungki

iverdixonPenyair berdarah Nusa Utara ini lahir di Manado, 10 Januari 1963. Anak ke tiga dari lima bersaudara. Ayah Erens Tinungki, ibu Triofina Sono. Menikah dengan Adolfina Lusye Damura, dikurania dua putri, Adetisye Novelia Tinungki dan Crysty Puitika Tinungki. Menjalani masa kecil di pulau Siau hingga kelas 5 SD. Pada 1974, pindah ke Manado. Lulus SMA 1982 dan melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Merdeka Manado.

Bekerja  sebagai Jurnalis sejak 1988. Pernah jadi koresponden media nasional, redaktur, wapemred dan pemred di beberapa koran Harian di Manado. Pernah menjabat Wakil Ketua PWI dan Anggota kehormatan PWI Sulut. Kini bekerja sebagai konsultan dan litbang pada sebuah media harian.

Menulis puisi sejak SMP. Aktif mengikuti lomba baca puisi tingkat pelajar dan mahasiswa. Pada 1979 bergabung di Sanggar  Alit Muara Manado. Pada 1986 diundang mengikuti pendidikan  Teater Rakyat di Bengkel Teater Rendra, Depok atas program kerjasama Yayasan Komunikasi Masa Persatuan Gereja Indonesia. Menjabat Ketua Dewan Kesenian Sulut. Pengurus Persatuan Artis Teater Sulut. Pelatih pada program Bengkel Sastra  Kantor Bahasa Sulawesi Utara. Pendiri Sanggar Kreatif Manado (1990). Ketua Sanggar Kreatif Manado (2000-2015). Sekarang Pembina Sanggar Kreatif Manado.

Menulis puisi, drama, cerpen, novel, scenario film televisi. Menyutradarai teater. “Senandung Kasih Fitri” adalah sebuah drama telivisi serial yang diproduksi dan ditayangkan TVRI Nasional yang diangkat dari scenario yang ditulisnya. Ia juga menjadi mentor penulisan scenario film anak “Tulisan dari Pulisan” yang mendapat penghargaan piala Gatra Kencana Indonesia. Sejumlah karya dramanya dipentaskan di tingkat nasional.

Tahun 2016 dramanya “Kata Mati” memenangkan Festival Teater Remaja Indonesia, di Grand Teater Taman Ismail Marzuki Jakarta.  Ia pembicara pada sejumlah forum seni dan sastra nasional dan daerah. Beberapa kali diundang Dewan Kesenian Jakarta untuk membacakan puisi di Taman Ismail Marzuki Jakarta.  Membaca puisi di Gedung Kesenian Jakarta.

Penerima Anugerah Puisi tahun 2013 lewat Buku Kumpulan Puisi “KLIKITONG” sebagai Buku Pilihan pada Sayembara Buku Puisi Indonesia. Penerima Anugerah Puisi tahun 2014 lewat Buku Kumpulan Puisi “MAKATARA” sebagai Buku Pilihan pada Sayembara Buku Puisi Indonesia.

Puisi dan esainya pernah dimuat diantaranya: di majalah sastra Horison, Harian Sinar Harapan, Harian Indopos dan berbagai media yang terbit di Indonesia.

Karya-karya yang telah diterbitkan: Jalur Rempah, Kumpulan Puisi, Teras Budaya 2016. Longuseiku, Kumpulan Puisi, Teras Budaya 2016. Dari Ramensa ke Manongga, Kumpulan Cerita Rakyat Talaud, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Talaud 2016. Kopero, Kumpulan Puisi, Teras Budaya 2015. Makatara, Kumpulan Puisi, Teras Budaya 2014. Moraya, Sepilihan Puisi Berlatar Minahasa, Taman Budaya Sulut 2014. Kepas, sebuah novel, Teras Budaya 2013. Klikitong, Kumpulan Puisi, Teras Budaya  2013. Aku Laut Aku Ombak, Kumpulan puisi, Kutub Jokyakarta 2009. Di Tangan Angin, Kumpulan Puisi,  SKM 2001. Surat-Surat Sunyi Rerumputan, Kumpulan Puisi,  Departemen IPAIT Sinode GMIM 1977.  Sakral, Kumpulan Puisi,  Alit Muara 1987.

Sejumlah puisinya juga terangkum dalam Antologi: Mimbar Penyair Abad 21, Balai Pustaka 1996. Dua Penyair Sulut, Bengkel Seni Mandiri 1990. Sasambo, Forum Komunikasi Budaya Satal 1989. Aceh Berduka, Balai Bahasa Medan 2004. Pinangan, Teras Budaya 2012.  Bersepeda ke Bulan, Indopos 2014. Metamorfosis, Teras Budaya 2015. NUN, Yayasan Haripuisi Indonesia 2015. Antologi Puisi 100 Penyair Indonesia – Malaysia 2015. Palagan Sastra, Teras Budaya Jakarta, serta Antologi Drama “Empat Nuansa”, Taman Budaya Sulut 1996.

Karya-karya nonfiksi diantaranya: Delik Nedosa, Sebuah Kajian Hukum Adat Sangihe, Kantor Kejaksaan Tinggi Sulut, 2002. Nazaret, Sejarah Gereja, 2012. Gunung Hermon, Sejarah Gereja, 2013. Ia juga menjadi editor Antologi Puisi Guru, Balai Bahasa Provinsi Sulut, 2005. Puisi Siswa, Antologi Puisi Siswa, Balai Bahasa Provinsi Sulut.