Sunu Wasono

sunu wasonoSUNU WASONO dilahirkan di Wonogiri 11 Juli 1958. Menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Umum di SMAN Wonogiri (1976), S1 di Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Indonesia (1985), S2 di Program Pascasarjana UI (1999), dan S3 di Program Studi Ilmu Susastra FIBUI (2015).

Sejak April 1987 diangkat sebagai staf pengajar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia dan mengampu mata kuliah Sosiologi Sastra, Pengkajian Puisi, dan Penulisan Populer.

Pada 1992 (selama enam bulan) ia pernah menjadi dosen tamu di La Trobe University, Melbourne, Australia.

Mulai Oktober 2016 ia menjadi Ketua Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Di dalam konteks kepenulisan, ia sejak mahasiswa sudah mulai menulis artikel di koran. Selain itu, ia juga menulis puisi. Beberapa puisinya telah dimuat di antologi puisi Sajak-sajak 103 (1986), Kampus Hijau 2 (STAIN Press, IAIN Purwokerto) dan buletin Jejak.

Belakangan pencinta dan pemerhati cerita lelembut Jawa ini giat menulis puisi yang dipublikasikan lewat Facebook. Jumlah puisi yang dipublikasikan di Facebook sudah mencapai ratusan. Temanya beragam, di antaranya adalah hal-hal yang ada kaitannya dengan dunia lelembut (makhluk halus) Jawa dan batu (akik).

Sebagian dari puisinya telah diterbitkan menjadi buku dengan judul Jagat Lelembut oleh penerbit Teras Budaya. Buku yang diberi catatan Prof. Dr. Suminto Sayuti ini memuat 99 sajak yang dibagi menjadi tiga bagian: Jagat Lelembut (30 sajak), Jagat Batu (23 sajak), serta Jagat Transparan & Renungan (46 sajak).

Kini telah dipersiapkan kumpulan puisi kedua untuk diterbitkan. Selain itu, ia juga mempersiapkan naskah disertasinya untuk dibukukan. Baginya, menulis puisi sekadar hobi.

Pencinta akik ini kini ikut bergabung dalam Dapur Sastra Jakarta yang dikomandani Remmy Novaris DM. Selain itu, ia juga menjadi anggota dan pengurus  pada Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia selama beberapa periode; menjadi pembicara dalam
seminar; menjadi juri dalam berbagai lomba (baca puisi, cipta puisi, penulisan cerpen); menjadi penatar dan petatar di berbagai kegiatan penataran; pernah juga menjadi staf redaksi jurnal (Jurnal Puisi, Wacana, Susastra).

Sejumlah tulisannya (resensi, kritik, esai) telah dipublikasikan di jurnal ilmiah (Wacana, Susastra, Jurnal Kritik), antologi, dan di berbagai media massa: Suara Karya, Kompas, Pelita, Republika, Jawa Pos, majalah Horison, Bende, Syir’ah.

Buku non-puisi yang pernah terbit adalah Sastra Propaganda (2007). Sejumlah hasil penelitiannya yang dikerjakan, antara lain, bersama Sapardi Djoko Damono, Melani Budianta, Saini K.M., Jakob Sumardjo, dan Bakdi Sumanto dibukukan dalam Membaca Romantisisme Indonesia (Pusat Bahasa, 2005), Jejak Realisme dalam Sastra Indonesia (Pusat Bahasa, 2006), dan Absursisme dalam Sastra Indonesia (Pusat Bahasa, 2007).

Sejumlah tulisan kritiknya juga telah dimuat dalam buku Konstelasi Sastra (HISKI, 1990), Sastra untuk Negeriku (Museum Sumpah Pemuda, 2004), Dari Kampus ke Kamus (Prodi Indonesia FIBUI, 2005), Esai Sastra Bandingan dalam Sastra Indonesia Modern (Yayasan Obor Indonesia, 2003), H.B. Jassin Harga Diri Sastra Indonesia (Indonesiatera bekerja sama dengan Lingkar Mitra dan Yayasan Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, 2001), Membaca Sapardi Djoko Damono (Yayasan Obor Indonesia, 2011), dan Mahaguru yang Bersahaja (Prodi Indonesia, 2016).