Na Dhien Kristy

12208409_647168172091482_399097151601455899_nNa Dhien adalah nama pena dari Tri Kristyani, lahir di Salatiga Jawa Tengah, 23 Oktober 1969. Diperkenalkan ke dunia tari sejak Taman Kanak-kanak oleh sang ibunda yang menjadi pengrawit (penabuh gamelan), dan pentas pertama di kantor kabupaten Ungaran Jawa Tengah. Sejak itu menari menjadi kegiatan rutin hingga SMA.

Menulis puisi dilakukan Na Dhien sejak kelas lima SD ketika diadakan lomba menyambut Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Setelah menjadi juara, baru dia bersemangat menulis puisi untuk ditempel di majalah dinding saat SMP dan SMA. Pada saat SMA, mulai ikut beberapa lomba baca puisi dan pidato, serta menulis cerpen di samping terus menari di beberapa acara.

Sempat vakum menulis karena menikah. Kemudian mulai bergabung dengan Komunitas Sastra Etnik pimpinan Aryoko yang menyemangati untuk lebih tekun pada puisi berbahasa Jawa yaitu Geguritan. Beberapa tahun kemudian didukung seorang budayawan multi talenta Sosiawan Leak, antologi tunggal Geguritannya digarap lebih serius.

Berikutnya Na Dhien bergabung dengan komunitas Puisi Menolak Korupsi pimpinan Sosiawan Leak dan ikut road show pertamanya pada peluncuran antologi PMK Perempuan Menentang Korupsi di Ungaran Jawa Tengah 2015. Dan terus mengikuti road show di beberapa kota di pulau Jawa, di antaranya di Lapas kelas 2A Wirogunan Jogjakarta 2015, Gedung Indonesia Menggugat Bandung 2016. Lalu menjadi anggota tim kerja sebagai ketua koordinator bidang usaha dana pada Konferensi Nasional Puisi Menolak Korupsi 2016 di Ungaran Jawa Tengah. menjadi tim koordinator road show ke-43 bekerjasama dengan prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta 2016, dan terakhir engikuti road show PMK ke-47 di Jember Jawa Timur 2017.

Na Dhien juga bergabung dengan komunitas Memo Anti Terorisme (MAT) pimpinan Sosiawan Leak kemudian menjadi tim koordinator peluncuran perdana antologi Memo Anti Terorisme di gedung Sarinah Jakarta Pusat 2016, serta mengikjuti road show ke-2 MAT di Malang Jawa Timur 2016.

Bergabung dengan komunitas Sana Sini Seni pimpinan Jodhi Yudono dkk 2016, dengan beberapa kali tampil membaca puisi di gedung Perpustakaan MPR DPR RI Jakarta.

Bersama grup Dapur Sastra Jakarta (DSJ) yang lebih sering jadi tempatnya bernaung, Na Dhien berkesempatan mengunjungi Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2016 di Ubud Bali, setelah menjadi salah satu juara dalam Lomba Penulisan Kreatif DSJ 2016 bersama empat peserta lainnya. Di UWRF 2016, Na Dhien berkesempatan menjajal panggung Women of Words Poetry Slam – Ubud Writers and Readers Festival 2016 di Betelnut Cafe, Ubud – Bali. Bersamaan itu Na Dhien menghadiri festival Klungkung bersama tiga anggota DSJ yang lolos seleksi 2016.

Selain tetap menulis dan berkegiatan sastra, Na Dhien telah menerbitkan antologi tunggal Separuh Aku (2016), Menunggu Sepenggal Hari (2016), Geguritan Na Dhien (2017).

Karya puisi Na Dhien juga diterbitkan dalam antologi bersama, Memo Anti Terorisme, Seberkas Cinta, Ije Jela, Kotabaru, Klungkung Tanah Tua Tanah Cinta, Memo Anti Kekerasan Terhadap Anak, Teras Puisi, Puisi menolak Korupsi 6, serta Simponi Pagi. Sementara itu karya esai diterbitkan dalam Bunga Rampai PMK (2017).

Na Dhien pernah memenangkan sayembara penulisan 21 Puisi Perempuan Nusantara 2017 dalam rangka peringatan Hari Kartini 21 April 2017 di Semarang dengan masuk di buku antologi Perempuan Pemburu Cahaya.

Katakan dengan tulisan semua yang kau rasakan.