Adek Alwi

24937_110883282255486_1855555_n.jpgAdek Alwi lahir dan dibesarkan di Padangpanjang, Sumatra Barat, pada 21 Juni 1953.

Seusai menamatkan pendidikannya di STM tahun 1972, ia melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Publisistik Jakarta.

Telah menulis sejak tahun 1970-an, saat ia masih masih di kampung halamannya. Ia yang dikenal sebagai penulis karya-karya Islami yang universal kemudian hijrah dan menetap di Jakarta sejak tahun 1972.

Adek juga merupakan salah satu pemimpin redaksi di majalah Anita Cemerlang. Setelah itu dia menerbitkan LA Press yang menerbitkan sebagian karya-karyanya.

Tahun 1975-2005, ia aktif sebagai wartawan dan banyak menulis karya cerpen yang dimuat di berbagai media masa, di antaranya Kompas, Suara Karya, Suara Pembaruan, dan surat kabar lainnya.

Karya tulisnya yang lain berupa novelet maupun kumpulan cerpen yang telah ia terbitkan adalah Cindurmata (kumpulan sajak, 1979), Sembilan (kumpulan sajak, 1979), Tembang Kota Tanah Tercinta (kumpulan sajak berdua Lazuardi Adi Sage, 1980), Nyanyian Matahari (novel, 1986), Nyanyian Gerimis (novelet, 1987), Nyanyian Kabut (novelet, 1988), Nasihat-Nasihat Cinta (kumpulan cerpen, 2009), dan Padang Panjang Tempo Doeloe (sejarah, 2011).

Aktivitasnya kini, selain tetap menulis cerpen, ia masih mengajar untuk mata kuliah penulisan fiksi dan pernaskahan pers di Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan Politeknik Universitas Indonesia.

Dia juga masih bergiat di ikatan penulis Anita, serta bergabung dengan pelukis Hidayat dan penyair Remmy Novaris di LA Gallery, membincangkan kebudayaan.

Bersama penyair Remmy Novaris, Adek Alwi ikut mendirikan komunitas Dapur Sastra Jakarta (DSJ).

(Biodata Adek Alwi ini disalin dari Wikipedia)

Satu pemikiran pada “Adek Alwi

Komentar ditutup.