Indri Yuswandari

indriIndri Yuswandari lahir di Blitar. Alumni D3 Ekonomi Universitas Brawijaya Malang ini menyukai puisi dan menulis puisi sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP). Lalu pada masa Sekolah Menengah Atas (SMA) pernah menjuarai lomba cipta puisi se-Jawa Timur di RRI Malang. Saat itu puisi-puisi karyanya dimuat di majalah dinding dan buletin sekolah baik SMP maupun SMA.

Setelah vakum selama 24 tahun lamanya, ia kembali pada dunia yang pernah ia cintai dan memberanikan diri tampil di depan publik pada  Pazaar Seni 2015 di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang. Lalu dari kota ke kota ia membacakan puisi antara lain di kota Semarang, Demak, Kudus, Slawi, Sragen, Pekalongan, Tegal, Ungaran, Jogyakarta, Bandung, Jakarta, Jepara maupun di Kendal tempat ia mukim saat ini.

Selain membaca puisi beberapa kali juga ikut membaca naskah geguritan bersama penyair-penyair senior dari Jakarta Jose Rizal Manua, Teted Sri WD, Julia Utami,Isa Tantri Wu dan ibu dalang Nyi Arum Ajang Mas berkolaborasi dengan master cello Indonesia Jassin Burhan.

Sekali waktu pernah menjadi pembicara diskusi-diskusi sastra bersama komunitas Semarang juga menjadi juri lomba baca puisi/cerita, pernah memberi pengantar pada antologi puisi milik sahabatnya di Blitar.

LUKISAN PEREMPUAN (2016) adalah antologi puisi tunggalnya yang pertama.

Puluhan puisinya juga dimuat dalam beberapa antologi puisi bersama antara lain Rahasia Perempuan, Maaf Mpu, Ketika Hati Bicara, Baca Merah Putih, Blencong, Mata Matahari, Bunga Putra Bangsa, Menyemai Jejak Menuai Hormat, Puisi Kampungan Ayo Goyang, Jogya Dalam Nafasku, serta Petala.

Selain sebagai ibu rumah tangga  bagi ketiga putranya, Indri juga mengabdi di Taman Pendidikan Al Quran, mengajar iqro dan BTA kepada anak-anak yang kebanyakan berasal dari desa di sekitar tempat ia tinggal. Kegiatan pengabdian ini sudah ia jalankan sejak 17 tahun yang lalu.