Edi Purwanto

Edi Purwanto, lahir di Sindangsari, Natar, Lampung Selatan pada 07 Juli 1971.

Menyelesaikan pendidikan sarjana pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung.

Selain membaca dan menulis, kegemaran yang dimiliki adalah mendengarkan musik dan berolahraga.

Bergabung di Dapur Sastra Jakarta pada September 2017.

Sejumlah puisinya pernah dimuat di Lampung Post, Fajar Sumatera, dan Majalah Story serta beberapa antologi bersama: Hilang Silsilah (Dewan Kesenian Lampung, 2013), Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid III (Sibuku Media, 2015), Kalimantan Rinduku yang Abadi, (Disbudparpora Kota Banjarbaru, 2015), Memo Antiterorisme (Forum Sastra Surakarta, 2016), Memo Antikekerasan Terhadap Anak (Forum Sastra Surakarta, 2016), Ombak Biru Semenanjung (Kosa Kata Kita, 2016), Gelombang Puisi Maritim (Dewan Kesenian Banten, 2016), dan Yogya dalam Nafasku (Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta, 2016).

Aktivitas sehari-hari Edi Purwanto adalah mengajar. Beberapa sekolah pernah menjadi tempatnya bertugas, SMA Negeri 1 Lemong, Pesisir Barat, Lampung (2000-2007), SMA Negeri 1 Waytenong, Lampung Barat (2008-2012), dan di SMA Negeri 2 Negerikaton, Pesawaran, Lampung (2013 sampai dengan sekarang).

Sebagai guru, prestasi yang pernah diraih dalam bidang kepenulisan adalah, menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Mengulas Karya Sastra (LMKS) 2009 dan finalis Lomba Inovasi Pendidikan Karakter (2016), keduanya diadakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Di tempatnya bertugas, ia juga aktif membimbing dan membina siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler menulis puisi, cerpen, karya ilmiah, dan majalah dinding.

Harapannya, para siswa tak rabun membaca dan lumpuh dalam menulis.