Nongka Marahim

Sejak SMA beberapa tulisan termuat dalam berbagai media lokal maupun nasional. Keseriusannya menekuni dunia menulis memaksa hijrah SMA ke Jakarta.

Beberapa bulan di SMA Jakarta, novel pendek “SERUNAI KEMBANG CINTA” muncul bersambung di majalah GADIS di tahun 1983. Sayang masa kuliah harus kembali ke daerah, di Semarang.

Nongka Marahhim juga seorang aktivis. Dari ketua karang taruna, Wakil ketua KNPI, dan Ormas keagamaan di tingkat Kabupaten Kendal, pernah dilakoninya. Masa kuliah menjadi wakil ketua Senat Paguyuban Seni Budaya Mahasiswa didirikan.

Dunia sastra dan keilmuan mulai berjalan beriingan. Menjadi moderator di berbagai kegiatan keilmuan, hingga mendampingi pementasan seni sastra menjadikan pengalaman kehidupan berkeseniannya jadi makin berkembang.
Saat perubahan kondisi politik sempat melirik dunia politik dan hamper 1,5 periode duduk di wakil ketua Orpol tingkat Kabupaten.

Sempat pula ikut dalam kegiatan LSM. Dari LSM yang advocational hingga LSM yang aksional (pemberdayaan masyarakat). Bersama para dosen UNDIP ikut menyusun proyek perencanaan pengelolaan pesisir berbasi komunitas di Kota Tegal th 2000an. Tapi resikonya dengan aktifitasnya yang makin padat, justru dunia sastra yang hendak ditekuninya, jadi terlunta.

Tahun 2006, novel “LEMBAH YANG TANDUS” yang termuat pada tabloid “ARTIS” Jakarta. Tahun 2010 novel “LELAKI BERKERUDUNG CINTA” termuat di harian ‘REPUBLIKA”. Novel tersebut kemudian terbit buku.

Ciri khas karya novel nongka Marahim bertema ‘KEPAHLAWANAN SOSIAL’. Tak pelak sebuah Jurnal Sastra Balai Bahasa Jawa Tengah menelaah karya novelnya tersebut melalui kajian dosen sastra dan kritik sastra UNDIP Semarang.

Mulai tahun 2014 buku-buku sastra berupa antologi cerpen dan antologi puisi kroyo’an sempat terbit, diantaranya; SANG PENEROKA, SIMFONI PAGI, MATA CINTA, GUGUS WAKTU, AYAH BANGSA dan beberapa buku yang sedang proses terbit. Seraya menunggu buku-buku terbit, kini novel kepahlawanan sosial sudah tersiapkan dan tinggal nunggu waktu untuk memasukkan ke penerbit.

Nongka berasal dari Kendal, Jawa Tengah dan sekarang berdomisili di Solo.