Romy Sastra

Screenshot_2018-03-23-17-28-39-193_com.whatsappRomy lahir di Desa Kubang Kecamatan Bayang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada tanggal 11 Juli 1976, anak kedua dari enam bersaudara, bersuku Tanjung dari pihak Ibu, dan ayah bersuku Melayu.

Mulai menekuni sastra puisi lewat media sosial Facebook sejak tahun 2015.

Mengenal Sastra dari kecil dan jatuh hati pada sastra itu sendiri, tertuang lewat coretan-coretan buku diary semasa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama / MTsN. Sebab, tanpa disadari atau tidak oleh orang tua, nama yang diberikan adalah Romy Sastra, ada kata-kata “Sastra”-nya. Jenjang pendidikannya terhenti di sekolah menengah pertama, broken study.

Sehari-hari Romy adalah pedagang kecil di kota Jakarta, berjualan dari pasar yang satu ke pasar yang lainnya demi masa depan si buah hati dan kehidupannya di dalam rumah tangga. Tinggal di gang sempit di wilayah Kedoya-Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Tetapi, kondisinya yang sulit itu tidak sedikitpun menyurutkan semangat Romy dalam bersastra, sesuai dengan namanya. Ia berkarya menulis lewat media sosial Facebook dan bergabung bersama grup RPS atau Ruang Pekerja Seni Club Tanjung Balai Medan, yang diasuh oleh admin tunggal, abang Ahmed El hasby dan karya-karyanya tersimpan rapi di blog antologi grup RPS hingga kini.

Pernah menerbitkan buku antologi tunggal di grup RPS pada tahun 2015, cover bukunya berjudul: PIGURA TINTA FATAMORGANA. Sayangnya, buku tersebut tidak memiliki ISBN, hanya dicetak satu buku sebagai kenang-kenangan saja dari admin grup, buku tersebut pun hilang dipinjam kawan raib entah ke mana.

Romy juga ikut bergabung dalam antologi puisi bersama, di grup Simalaba Lampung Barat, “Embun Pagi Lereng Pesagi”. Lalu, antologi puisi bersama di grup puisi asuhan pak Agung Pranoto dkk, “Simfoni Pagi”, serta antologi puisi bersama asuhan Marry Rose, “Ayah Bangsa”. Lalu ikut dalam antologi buku puisi bersama di Dapur Sastra Jakarta yaitu “Ketika Kata Berlipat Makna”.

Romy juga menulis pada blog pribadinya blogsastrajendra.blogspot.co.id. Di samping itu, karyanya dapat juga ditemui di beranda Facebook, Instragram, dan link RPS Ruang Pekerja Seni Club.

Selain aktif di rumah literasinya Dapur sastra Jakarta (DSJ), Romy Sastra ikut mendirikan grup Sastra SBM, Sastra Bumi Mandeh Pesisir Selatan Painan Sumbar, bersama kawan-kawan pengiat literasi dari Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.

Moto hidupnya dalam literasi adalah:
Membaca
Membaca
Membaca
Menulis
Belajar sampai tua menulis sampai mati.

Satu pemikiran pada “Romy Sastra

Komentar ditutup.