Betapa Rindunya Aku Beraku

(Yeni Roja Murtadho)

betapa rindunya aku beraku
saat sayap-sayap melemah
dan kerlip bintang terjatuh
di pucuk daun gigil dan sunyi
keringat melelah di gigir dahan
menderas lesapi tanah kering

betapa rindunya aku beraku
saat ombak bergulung-gulung
dan camar terbang rendah
di birunya samudra berkasih
buih-buih meletus seketika
menghantar riak di bibir pantai

betapa rindunya aku beraku
saat deras hujan menganak
dan derainya memercik genting
di bibirnya membiru kenang
anakanak angsa kibaskan bulu
bermain di bawah lengkung pelangi

betapa rindunya aku beraku
saat sunyi cumbui lindap sepi
dan ruangruang tiada gaduh
di wening heningku berkasih
melabuhkan senja pada doa
berkhalwat genapi rindu padamu

Lampung, 02 April 2018