Monolog Malam

(Dewi Salistiawati)

Malam berceceran
Di emperan semesta
Dia meracau
Mencari kekasihnya
Linglung
Tiada sandaran
Hanya jagat
Pekat
Lalu lalang asteroid
Bimbang

Hei, mana rembulan yang sering dijadikan impian?
Lukisan hati sang pujaan
Satu bagian malam
Memunguti ceceran tubuhnya
sambil bermonolog,
“Kau indah, kau sunyi yang penuh cinta!
Tapi semesta memang gila
Menyetubuhimu dengan aksara pujangga
Memutilasi gelapmu
Atas nama cinta”

Di mana gemintang yang biasanya gaduh?

Lagi,
Konspirasi semesta
Bulan dan gemintang
Malam diam
Sediam kegelapan sunyi

Awie. 30032017