Sebuah Huruf yang Tidak Mengenal Kalimat

(Abi N. Bayan)

—kepada pers

Aku sebuah huruf yang tidak mengenal kata
hanya tau menjadi kalimat setelah dirangkai
entah menjadi pasif, aktif atau majemuk
terkadang aku lahir dari mulut para pelipat
pembawa kabar buruk dari kota ke desa-desa.

Aku sebuah huruf yang tidak mengenal kalimat
hanya tau menjadi kata setelah dirangkai
entah menjadi verba, ajektiva atau adverbia
seringkali aku lahir dari tangan para peminta
pembawa kabar hitam dari kota ke desa-desa.

Aku sebuah huruf dalam satuan tata bahasa
setelah dirangkai aku bisa saja menjadi makian
atau cacian di antara perdebatan yang hangat
berlenting-lenting percakapan yang amis.

Aku sebuah huruf yang hidup dalam tubuhmu
selalu ingin menjadi puisi atau purnama
sejauh-jauhnya aku pergi, aku pasti kembali
ke tempat aku berasal. menuntut diam-diam
sangat diam-diam. mau lari ke mana kamu?

(Ternate, 09 Februari 2018)