Mata Hati yang Jatuh di Tengah Jalan

(Alex Tanjung)

Aku pikir inilah langit siangku
Penuh garis di paruh burung termenung
Yang kuyup tersiram air liur ibunya di timur

Betapa seperti ini hamparan siangku
Bermata air berpohon kamboja mengepung
Yang dilengkungi pelangi ufuk-ufuk sunyi

Sungguh siangku dalam Lauhul Mahfudz-Mu
Seperti huruf-huruf dan angka menggantung
Yang merantai mengalungi matahari ke barat

(Cengkareng, 19042018)