Musim Timur

(Roymon Lemosol)

hari baru saja bermula
ketika langit menumpahkan jutaan kubik air
pada tanah yang basah oleh peluh pejoget semalam

jalan tergenang
kodok berdendang
seperti gembira perahu-perahu sintetis menemukan lautan
setelah jenuh melayari sungai-sungai keruh

dari rerimbun ketapang yang mangkal di bibir jalan
kupandang orang-orang berlalu dalam keluh dan langkah seribu
mereka, para pesolek yang lupa
bahwa hujan adalah tuaian doa-doa musim kemarau

rupanya telah menjadi takdir dalam lanskap kehidupan
setiap musim adalah keluhan
Tuhan pun heran

(Ambon, April 2018)