Nuning Kusumaning Palupi (Mawar Kikan)

50933f80-c12c-41d7-a5ed-4d21d98e4541Nuning Kusumaning Palupi yang dikenal dengan nama pena Mawar Kikan, kelahiran Palembang 11-02-1971, dan sampai saat ini menetap di Ungaran di bawah Gunung Ungaran.

Memilih menjadi ibu rumah tangga ibu dari Shanaz Vindi Setyarini Mahasiswa UNDIP smester IV dan dua orang putra Renovito Patra Anggana serta Daffa Albaihaqi Musyafa.

Bagi Nuning, memilih meninggalkan pekerjaan bukan sebuah keputusan yang mudah karena dalam hidup banyak hal yang harus diproritaskan selain karier serta jabatan.

Meskipun sempat menjadi Kepala Perpustakaan, Assesor Perhotelan, serta Dosen di sebuah perguruan tinggi swasta di Semarang, pada akhirnya hidup adalah sebuah pilihan. Ada hal yang dikorbankan dan ada hal yang diperjuangkan untuk dinikmati bersama.

Melukis salah satu hobbi terbaru selain membatik dan mengikuti kegiatan pecinta alam untuk penghijauan di gunung Ungaran. Selain itu Nuning juga giat melakukan meditasi sebagai penyeimbang

Bagi Nuning, apa yang pikirkan, harus dikerjakan, lalu apa yang diinginkan akan diupayakan, mensugesti diri dengan hal hal positif berkomitmen untuk menunaikannya dengan baik. Puisi adalah implementasi hati jiwa serta raga, dan seni pada umumnya adalah inti dari keindahan dan kejujuran.

Karya puisi Nuning sudah diterbitkan dalam sebuah antologi tunggal ‘Nyanyian Kabut Sang Mawar Kikan” (2013), di samping yang diterbitkan dalam sejumlah antologi puisi bersama, antara lain: “Negeri Cincin Api” (2011), “Ibu” (2014), “Perempuan Menolak Korupsi” (2015), “Tifa Nusantara 2” (2015), “Tifa Nusantara 3” (2016), “Ruang Tak Lagi Ruang (2017), serta “Antologi Epitaf Kota Hujan” (2018)

Setahun belakangan ini Nuning sudah melukis hampir 50 buah karya lukisan baik menggunakan aat acrylic maupun oil colour