Muhammad De Putra

Muhammad Ade Putra dengan nama pena Muhammad de Putra, Lahir di Pekanbaru, 26 Mei 2001. Lahir dari keluarga sederhana sebagai anak terakhir dan terlahir kembar bersama Putri Ayu Aulia (Cerpenis Muda Riau). Tanpa TK (Taman Kanak-kanak), ia tidak bisa membaca hingga kelas 3 SD, sampai ia berjumpa dengan Muhammad Asqalani eNeSTe (Penyair Muda Riau), guru privat sastranya. Beliau yang mengajari de Putra untuk membaca dan menulis.

Di usianya yang sangat muda, ia telah menulis puisi dan puisinya itu telah dimuat di laman-laman sastra lokal. Hingga kini ia masih menulis puisi dan menerbitkan buku tunggal. Bergiat di COMPETER (Community Pena Terbang). Kini juga aktif sebagai peserta di komunitas sastra dapur Sastra Jakarta.

Saat ini ia masih bersekolah di SMAN 1 Pekanbaru, bergiat di COMPETER dan aktif sebagai pegiat sastra yang masuk-masuk ke daerah-daerah terdalam Riau, seperti Aur Kuning, Ludai, Rantau Bais, Sei Kijang, dan banyak lagi, dalam kegiatan Kenduri Puisi.

Memenangkan beberapa lomba, di antaranya: Juara 1 Menulis Puisi di Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional (LCSPN 2016, di Jakarta), Finalis sekaligus Pemenang 3 Lomba Menulis Cerpen se-Indonesia di Akademi Remaja Kreatif Indonesia (ARKI 2016, Jakarta), Juara 1 Lomba Cipta Puisi di Bulan Bahasa UIR tingkat SMP se-Indonesia, Juara 1 Lomba Menulis Puisi se-Indonesia tema “Cinta Tanah Air” 2016, Juara 1 Lomba Cipta Puisi di Praktikum Sastra UR tingkat SMP se-Riau, Juara 1 Lomba Menulis Cerpen di Public Fest UR se-Riau, Harapan 1 Lomba Menulis Syair di ARKI 2017, Juara 1 Lomba Menulis Puisi di FLS2N Prov. Riau, Juara 1 Lomba Cipta Puisi di Bulan Bahasa UIR tingkat SMP se-Indonesia 2016, Juara 2 Lomba Menulis Uneg-uneg Pendidikan se-Indonesia yang ditaja oleh GMBI 2017, Juara 1 Lomba Cipta Cerpen di Bulan Bahasa UIR tingkat SMP se-Indonesia 2016, Juara 1 Lomba Membaca Puisi di Bulan Bahasa UIR tingkat SMP se-Riau, Juara 2 Lomba Baca Puisi pada Pekan Sastra yang ditaja oleh Balai Bahasa Riau se-Riau 2017, Harapan 1 Lomba Menulis Puisi bertemakan Riau Bangkit 2017, Harapan 2 Lomba Cipta Cerpen di Bulan Bahasa UIR tingkat SMP se-Indonesia 2015, Harapan 2 Lomba Menulis Puisi RUAS se-indonesia dan Malaysia, Juara 2 Berpidato tingkat SMP se-Kampar & Juara 1 Lomba Cipta Puisi tingkat Penyair Muda se-Indonesia yang ditaja oleh Sabana Pustaka dan menghasilkan puisinya tersebut di jadikan judul Antologi buku, Peserta Festival Literasi 2016 (Gerakan Literasi Nasional di Palu, Sulawesi Tengah).

Karya-karyanya dimuat di laman: Media Indonesia, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, Horison, Riau Pos, Lampung Post, Rakyat Sultra, Lombok Pos, Radar Surabaya, Tribun Jabar, Linikini.co, Batam Pos, Solo Pos, Koran Merapi, Minggu Pagi, Singgalang, Banjarmasin Post, Medan Bisnis, BASABASI.CO, Haluan Padang, Sumut Pos, Majalah Kanal, Rakyat Sumbar, Majalah Kuntum, Apajake.com, Tanjung Pinang Pos, Metro Riau, Xpresi Riau Pos, Literasi.co.id, NusantaraNews.co, Tribun Bali, Koran Riau, Tribun Sumsel, Radar Banyuwangi, Koran Madura, Jejak Literasi, Flores(dot)com, Posmetro Prabu, Majalah Kanal, Buletin Jejak, ReadZone.co, Xpresi Magazine, Riau Realita, Tetas Kata, Sayap Kata, Detak Pekanbaru dan Sudut Aksara.

Puisinya juga termaktub dalam banyak antologi seperti: Merantau Malam, Pasie Karam, Pada Mula Hidup yang Lama, 1550 MDPL, Negeri Awan (Negeri Poci 7), TeraKota, Melankolia Surat Kematian, Matahari Sastra Riau, dll. Buku Kumpulan Puisinya yang telah terbit: Kepompong dalam Botol (2016), Kumpulan Cerpennya yang telah terbit: Timang Gadis Perindu Ayah Penanya Bulan (2016). Buku Kumpulan Puisi Tunggalnya yang ke-3: Hikayat Anak-anak Pendosa (2017), Kumpulan Puisinya yang terbit dalam dwi-bahasa Inggris dan Indonesia: Malay Children is Disallowed to Cry for the Nation. Serta tengah menyusun buku puisi selanjutnya berjudul Gadis-Gadis Subayang dan sebuah novel dengan judul Dorado.

Turut diundang pada acara sastra, Silaturahmi Penyair Sumbar-Riau pada Malam Puisi Tahun Baru. Hari Puisi Indonesia di Riau, Bukittinggi, Pasaman Barat dan beberapa kota lainnya. Peserta Belajar Bersama Maestro (BBM) 2017, dengan maestronya Iman Soleh (Teater, Bandung) dan mementaskan sebuah pertunjukan teater berjudul; “Ode Kota Kami” karya bersama 20 anak seluruh Indonesia. Diundang sebagai peserta Program Penulisan Mastera (Majelis Sastra Asia Tenggara) 2017 untuk naskah puisi.

Bukunya Hikayat Anak-anak Pendosa, menjadikannya sebagai pemenang Promising Writer pada Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2017. Pemenang Kompetisi #SahabArtEurpalia dari Kemdikbud, dan membawanya berkeliling Eropa.