Dapur Sastra Jakarta pada Temu Penyair Asia Tenggara 2018 di Padang Panjang (3-6/05/2018)

Rombongan Dapur Sastra Jakarta menuju Padang Panjang di Sumatra Barat untuk ikut serta pada acara Temu Penyair Asia Tenggara 2018 di sana. Anggota rombongan yang berasal dari luar Sumatra Barat adalah Remmy Novaris DM (Jakarta), Nunung Noor El Niel (Denpasar), Riri Satria (Bogor), Roymon Lemosol (Ambon), Imam Ma’arif (Jakarta), Ade Novi (Depok), Neni Yulianti (Cirebon), Jusiman Dessirua (Makasar), Romy Sastra, serta Muhammad de Putra (Pekan Baru). Kemudian bergabung Nuning Kusumaning Palupi (Semarang). Kepala rombongan adalah admin manajemen Dapur Sastra Jakarta, Riri Satria.

Di Padang Panjang rombongan akan silaturrahmi dengan anggota Dapur Sastra Jakarta yang berdomisili di Sumatra Barat, antara lain Sulaiman Juned, Arbi Tanjung, Soetan Radjo Pamoentjak, Refdinal Muzan, Iin Muhidin, Joel Pasbar, dan tentu sahabat penyair dari berbagai daerah dan negara.

Banyak acara yang diikuti antara lain seminar sastra, pembacaan puisi, sastra masuk sekolah yaitu di SMA Negeri 1 Padang Panjang, SD Negeri 19 Sungai Andok, MAN Padang Panjang, mengunjungi komunitas seni Kuflet di Padang Panjang, mengunjungi rumah puisi Taufik Ismail, serta tentu tak ketinggalan menikmati kuliner serta indahnya kota Padang Panjang yang nyaman.

Penyelenggara acara inia dalah Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan. Padang Panjang memang sebuah kita yang tingkat literasinya termasuk maju di Provinsi Sumatra Barat.

Acara ini dibuka oleh salah satu admin Dapur Sastra Jakarta, yaitu Pak Mustari Irawan yang sehari-hari adalah Kepala Arsip Nasional RI.

Dapur Sastra Jakarta di SD Negeri 19 Sungai Andok Padang Panjang dalam Rangka TPAT 2018 (05/05/2018)

Dalam rangka Temu penyair Asia tenggara (TPAT) 2018 di kota Padang Panjang, Dapur Sastra Jakarta juga mengunjungi SD Negeri 19 Sungai Andok, Padang Panjang.

Ini adalah sekolah yang terketak di pinggiran kota Padang Panjang dan agak termarjinalkan. Murid-murid umumnya berasal dari kalangan ekonomi bawah di Padang Panjang. Para murid dan guru pun menyambut kami dengan ramah.

Kami mengadakan acara baca puisi dipimpin admin Dapur Sastra Jakarta Nunung Noor El Niel dari Denpasar dibantu Nuning Palupi dari Semarang, dan memberikan sedikit hadiah buat mereka yang mempu membuat puisi dengan baik dan berani tampil maju membacakan karyanya.

Sebelumnya pendiri Dapur Sastra Jakarta, Remmy Novaris DM menjelaskan dengan bahasa yang ringan kepada murid-murid SD tersebut bagaimana membuat puisi yang baik. Remmy juga mengingatkan para guru untuk tidak mendikte para murid untuk menulis puisi. Biarlah puisi itu datang dari imajinasi para murid itu sendiri, bukan dari sesuatu yang dipaksakan oleh gurunya.

Terima kasih atas sambutan yang hangat dan bersahabat. Selamat bertugas para guru. Semoga anak-anak murid menjadi generasi yang jauh lebih baik.

Dapur Sastra Jakarta di SMA Negeri 1 Padang Panjang dalam Rangka TPAT (05/05/2018)

Dalam rangka acara Temu Penyair Asia Tenggara (TPAT) 2018 di kota Padang Panjang, Sumatra Barat, beberapa anggota Dapur Sastra Jakarta mengunjungi SMA Negeri 1 Padang Panjang bersama para penyair dari berbagai negara. Pada kesempatan tersebut, dua orang anggota Dapur Sastra Jakarta didaulat untuk sharing kepada para siswa SMA Negeri 1 Padang Panjang.

Imam Ma’arif menyampaikan teknik membaca puisi di panggung yang baik dan menggugah, karena Imam memang orang teater dan sangat terbiasa tampil di panggung. Imam juga memberikan beberapa contoh di depan para siswa bagaimana teknik membaca dan tampil di panggung di depan pada siswa.

Sementara itu Riri Satria agak berbeda. Mungkin karena memperkenalkan diri sebagai dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, maka Riri justru diminta memberikan arahan mengenai tips masuk perguruan tinggi dan ini melenceng dari topik sastra. Sebenarnya tidak ada tips yang khusus selain belajar dengan baik dan tekun.

Tetapi pada akhir sesinya, Riri juga menjelaskan bahwa sastra bukanlah milik siswa jurusan sosial atau budaya semata, melainkan milik semua kita yang mau menekuninya. Riri juga menjelaskan dirinya sebagai siswa jurusan Fisika di SMA Negeri 2 Padang dulu yang juga menyukai sastra sampai saat ini walaupun kuliahnya di bidang teknologi informasi dan melanjutkan sekolah doktor di bidang ekonomi. Sastra adalah bagian dari hidupnya.

Dapur Sastra Jakarta dan Sastra Bumi Mandeh di Pesisir Selatan Sumatra Barat (07/05/2018)

Dapur Sastra Jakarta menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Sastra Bumi Mandeh (SBM) di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat mengadakan acara “Temu dan Bincang Sastra ” di SD 08 IV Jurai, Painan, Pesisir Selatan. Acara tersebut didukung oleh Dinas Pariwisata dan dihadiri oleh Kepala Dinas, Bapak Mawardi Roska Andi, lalu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diwakili oleh Ibu Warna Sol Menon, Dinas Arsip dan Perpustakaan, Polres Peisisr Selatan, Bapak AKBP Fery Herlambang beserta Ibu Indra Wahyu Riant. Saat ini, Dapur Sastra Jakarta juga menjadi pembina untuk komunitas SBM ini.

Beberapa penyair dari berbagai daerah di Indonesia pun menghadiri acara ini setelah mereka mengikuti acara Temu Pentair Asia Tenggara (TPAT) di kota Padang Panjang, antara lain Remmy Novaris DM (Jakarta), Imam Ma’arif (Jakarta), Nunung Noor El Niel (Denpasar), Roymon Lemosol (Ambon), Jusiman Dessirua (Makasar), NK Palupi (Semarang), Ade Novi (Depok), Juli Yulia (Cirebon), Ayu Harahap (Padang Sidempuan), Ubai Dillah Al Anshori (Padang Sidempuan), Romy Sastra (Jakarta), Muhammad de Putra (Pakan Baru) serta Arbi Tanjung (Pasaman).

Pada acara ini dilakukan sharing singkat oleh para narasumber, Remmy Novaris DM menyampaikan cara menulis puisi yang baik kepada para siswa dan guru dan berpesan agar guru tidak “mendikte” proses kreatif kepada anak didik. Arbi Tanjung menjelaskan bagaimana membaca adalah kata kunci dari kemampuar berkarya sastra. Sementara itu Imam Ma’arif menjelaskan beberapa tips bagaimana tampil membaca puisi. Lalu penyair muda Muhammad de Putra berbagi pengalaman bagaimana proses kreatif yang dia lakukan dalam berkarya.

Kemudian Nunung Noor El Niel memimpin acara lomba menulis puisi spontan untuk para ssiwa dan guru dan pemenangnya menerima hadiah dari SBM dan DSJ.

Tiba-tiba Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Selatan, Bapak Mawardi Roska Andi mengajak semua penyair yang hadir pada acara “Temu dan Bincang Sastra” di Painan, Pesisir Selatan, untuk menikmati kawasan wisata Bumi Mandeh. Ini sebuah kejutan, karena tidak ada dalam agenda acara kami. Terima kasih banyak Pak.

ssbm05

ssbm06

ssbm09

ssbm10a

ssbm01

ssbm02

ssbm03

ssbm20

ssbm21

Dapur Sastra Jakarta Mengunjungi Komunitas Seni Kuflet di Padang Panjang (06/05/2018)

Minggu pagi tanggal 6 Mei 2018, sebelum meninggalkan kota Padang Panjang, Sumatra Barat, rombongan Dapur Sastra Jakarta mengunjungi sahabat kami Dr. Sulaiman Juned serta Komunitas Seni Kuflet asuhan beliau. Pak Juned sendiri juga anggota Dapur Sastra Jakarta.

Rombongan Dapur Sastra Jakarta terdiri dari Remmy Novaris DM (Jakarta), Nunung Noor El Niel (Denpasar), Riri Satria (Jakarta), Ade Novi (Depok), Neni Yulianti (Cirebon), Imam Maa’rif (Jakarta), Roymon Lemosol (Ambon), Selfina Maulany (Ambon), Muhammad De Putra (Pakan Baru), Jusiman Dessirua (Makasar) serta Nuning Kusumaning Palupi (Semarang).

Sebagai kenang-kenangan dan persahabatan, Dapur Sastra Jakarta menyerahkan buku antologi puisi Dapur Sastra Jakarta yang baru saja terbit yaitu “Ketika Kata Melipat Makna”.

Terima kasih kepada Pak Sulaiman Juned dan komunitas Kuflet atas sambutan yang hangat dan bersahabat.

Peluncuran Buku Maya Azeezah “Catatan Hijrah” (12/05/2018)

Pada hari Sabtu tanggal 12 Mei 2018, Maya Azeezah meluncurkan bukunya yang kelima, yaitu kumpulan puisi yang berjudul “Catatan Hijrah: Jalan Menuju Pulang”, bertempat di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pembahas buku pada acara ini adalah Arie MP Tamba (penulis dan jurnalis senior) serta Dr. Sunu Wasono (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia), serta moderator acara Riri Satria.

Pada kesempatan itu beberapa penyair juga membacakan karya Maya Azeezah, antara lain penyair senior L.K. Ara, Imam Ma’arif, Nunung Noor El Niel, dan Romy Sastra.

Pameran Lukisan Perempuan Enam Serangkai (12-14/05/2018)

Dapur Sastra Jakarta mengadakan Pameran Lukisan “Enam Perempuan Serangkai”, Galeri Lantai 1 Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pameran ini diikuti oleh empat penyair perempuan Dapur Sastra Jakarta yaitu Maya Azeezah, Erna Winarsih Wiyono, Silvia Dee, Ness Kartamihardja, serta dua pelukis tamu, Ila Angelika dan Nadya Emirah Dwiputri (yang baru berusia 15 tahun). Acara ini dibuka oleh Pak Mustari Irawan, Kepala Arsip Nasional RI yang juga merupakan seorang penyair senior dan admin Dapur Sastra Jakarta.

Pelatihan Penulisan Cerpen dan Esai (25/08/2018)

Pada tanggal 25 Agustus 2018, Dapur Sastra Jakarta bekerja sama dengan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin menyelenggarakan program pelatihan Penulisan Cerpen dan Esai, angkatan pertama dengan instruktur Remmy Novaris DM dan Arie MP Tamba. Ini adalah program yang merupakan kombinasi tutorial, diskusi dan langsung menulis serta ada tugas-tugas yang harus dikerjakan.

Untuk mengikuti program ini, peserta harus mengirimkan sebuah cerpen atau esai yang pernah dibuat. Kedua instruktur akan membahas tulisan peserta melalui grup di media sosial, kemudian peserta diminta untuk merevisi tulisannya. Untuk mengikuti program ini tidak dipungut biaya, tetapi dibutuhkan keseriusan. Jumlah peserta pada angkatan pertama ini sebanyak 21 orang.

Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diminta untuk memperbaiki karya masing-masing sesuai dengan ilmu yang diperoleh pada pelatihan.

Semoga pelatihan ini bermanfaat bagi peserta.

Menggunakan Media Sosial dengan Bijak dan Aman (09/06/2018)

Pada tanggal 9 Juni 2018, komunitas Dapur Sastra Jakarta mengadakan acara buka puasa bersama dan dilanjutkan dengan diskusi santai tentang menggunakan media sosial dengan bijak dan aman bertempat Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Sebagai nara sumber untuk topik diskusi menggunakan media sosial dengan bijak dan aman adalah Dr. Betty Purwandari, seorang pakar teknologi informasi, Doktor lulusan University of Southampton di Inggris. Ketua Program Studi Magister Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Acara dipandu oleh admin Dapur Sastra Jakarta, Riri Satria, yang juga kebetulan dosen Program Studi Magister Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia bersama Dr. Betty.

Diskusi berlangsung sangat seru, bahkan pertanyaan silih berganti. Jika tidak dihentikan, bisa jadi acara berlangsung sampai tengah malam bahkan sahur. Umumnya pertanyaan peserta berkisar penggunaan media sosial di smartphone.

betty dsj

Topik yang sangat menarik dibahas malam itu adalah cyberbullying. Apakah itu cyberbullying?

Cyberbullying adalah aktivitas bullying yang dilakukan melalui peralatan digital seperti telepon selular, komputer dan tablet. Cyberbullying bisa terjadi melalui SMS, teks, dan berbagai aplikasi, atau online melalui media sosial, atau permainan di mana orang bisa melihat, berpartisipasi dan berbagai konten.

Cyberbullying terdiri dari mengirimkan, posting, atau berbagi konten negatif, palsu dan menyesatkan, memalukan, tentang seseorang. Juga termasuk membagikan informasi personal atau privat tentang seseorang yang dapat memalukan atau bahkan merendahkan orang tersebut.

Berbagai bentuk cyberbullying yang keterlaluan dapat dikategorikan melawan hukum atau tindak pidana kriminal. Mari kita perangi dan berantas cyberbullying!

Mengapa Dapur Sastra Jakarta mengadakan acara ini? Sebenarnya acara sejenis pernah dilaksanakan tahun sebelumnya dengan nara sumber admin Dapur Sastra Jakarta sendiri, yaitu Riri Satria. Nah, acara kali ini adalah kelanjutannya dengan pembahasan yang lebih komprehensif. Ini dikarenakan pada era digital ini, dunia sastra pub tidak dapat dipisahkan dengan teknologi digital, terutama untuk publikasi dan diskusi sastra. Jadi sudah sepantasnya pada sastrawan atau penggiat sastra juga paham tentang media sosial dan internet secara umum.

Terima kasih kepada Dr. Betty Purwandari atas sharing-nya. Betty pun diangkat menjadi warga Dapur Sastra Jakarta dengan penyerahan kaos dengan logo Dapur Sastra Jakarta secara simbolis oleh admin Nunung Noor El Niel.

Terima kasih kepada pihak Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin yang telah mendukung acara ini sehingga terlaksana dengan baik.

IMG_E8811 2

34506971_1038826482952705_4761011684733091840_n