Tentang Dapur Sastra Jakarta

cropped-14925570_209473749490720_279774192148728951_n.jpgDapur Sastra Jakarta (DSJ) adalah sebuah komunitas penggiat sastra mayantara (cyber-literature community) di media sosial Facebook, didirikan pada bulan November 2011 oleh beberapa penggiat sastra di Indonesia, salah satunya Remmy Novaris DM yang sampai saat ini aktif membina kegiatan di DSJ.

Pada akhir tahun 2014, diadakan semacam focus group discussion (FGD) yang diikuti oleh beberapa anggota DSJ dengan meminjam lokasi di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di Taman Ismail Marzuki Jakarta, lalu diikuti dengan diskusi melalui dunia maya dengan para anggota yang lain. Kesimpulan dari diskusi tersebut memperkuat jatidiri DSJ sebagai gerakan pembinaan sastra di dunia maya.

DSJ memiliki visi untuk ikut serta menumbuhkan gairah menulis sastra di Indonesia, terutama menumbuhkan minat untuk para penulis pemula (emerging writers). Di samping itu tentu saja DSJ ikut menyediakan ruang untuk para penulis kawakan.

Komunitas Dapur Sastra Jakarta dibangun dengan budaya JUJUR DALAM BERKARYA, TERBUKA DENGAN BERBAGAI PEMIKIRAN, SALING BERBAGI, SALING BELAJAR, dan SALING MEMOTIVASI, RENDAH HATI dan SALING MENGHARGAI, serta TIDAK MEMAKSAKAN KEHENDAK kepada orang lain.

Grup ini sifatnya independen atau tidak terikat oleh suatu golongan atau kelompok apa pun. Anggota komunitas DSJ bebas untuk menjadi anggota komunitas sejenis lainnya serta bebas untuk mempublikasikan karyanya di mana saja. Grup ini tidak bersifat ekslusif.

15123478_219798551791573_5332168516609881136_o

Setiap anggota DSJ harus menampilkan identitas diri yang jelas. DSJ menyadari sepenuhnya bahwa dalam situasi tertentu seorang penulis dapat menyembunyikan identitas pribadinya. Kami menghormati pilihan tersebut. Tetapi pada komunitas DSJ, kami mengharuskan setiap anggota untuk menampilkan identitas diri yang jelas.

Setiap individu (anggota) memiliki independensi tersendiri, bebas menampilkan karya kreatifnya, tetapi terbuka untuk dikiritik dan diberikan masukan oleh anggota lain. Setiap anggota boleh bahkan sangat disarankan menuliskan opini, seputar dunia sastra dan kebudayaaan untuk dibahas bersama di grup diskusi DSJ.

DSJ adalah milik bersama, milik seluruh anggota yang terdaftar, bukan milik individu manapun. Itulah sebabnya, dalam membuat berbagai keputusan strategis seperti program kerja, pengembangan organisasi, selalu didahului dengan rembuk bersama, baik kopi darat maupun diskusi di dunia maya.

Kesantunan dan niat baik untuk belajar bersama adalah kata kunci etiket pada grup ini. Pada grup DSJ terdapat anggota senior yang sudah makan asam garam di dunia sastra, sementara itu di sisi lain juga terdapat penulis pemula dengan sedikit jam terbang. Semua bergabung jadi satu dengan niat baik untuk membangun semacam komunitas pembelajar (learning community) untuk sastra.

Walaupun menggunakan kata-kata “Jakarta”, tetapi anggota grup ini tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dan bahkan luar negeri, karena basisnya adalah dunia maya (cyberworld) sehingga isu kewilayahan sudah tidak relevan lagi. Namun nama “Jakarta” masih dipergunakan hanya karena alasan historis.

Kegiatan grup ini antara lain menerbitkan antologi puisi bersama (sudah tiga kali penerbitan), menerbitkan buku puisi anggota, diskusi sastra dengan semangat belajar bersama baik kopi darat maupun lewat dunia maya, melaksanakan lomba penulisan sastra untuk menumbuhkan semangat berkarya, dan lain-lain.

Sampai saat ini, DSJ sudah menerbitkan tiga buku antologi bersama, yaitu Pinangan (2013), Metamorfosis (2014) serta Palagan Sastra (2016). Dari tahun ke tahun, jumlah anggota yang memasukkan karyanya semakin banyak dari sisi kuantitas, dan yang sangat menggembirakan adalah dari sisi kualitas juga lebih baik. Semoga akan bertambah baik lagi dari tahun ke tahun ke depannya. Buku antologi keempat sedang dalam proses dan direncakan akan selesai bulan Oktober 2017.

pinangan

metamorfosis

palagan

Lomba Penulisan Kreatif akan menjadi agenda tahunan Dapur Sastra Jakarta. Lomba pertama sudah diselenggerakan pada tahun 2016  dan para pemenang mendapatkan hadiah berupa tiket pp dan akomodasi selama di Bali (26-31 Oktober 2016) untuk mengikuti Ubud Writers and Readers Festival 2016 serta Pesta Puisi Klungkung 2016 bersama beberapa admin DSJ. Insya Allah, acara ini akan menjadi agenda tahunan DSJ untuk menumbuhkan semangat berkarya. Semoga dimudahkan semua urusan.

DSJ memiliki admin yang perannya untuk menjadi penggerak gairah berkarya dan diskusi di DSJ serta menjalankan manajemen organisasi DSJ. Saat ini, para admin grup DSJ adalah Remmy Novaris DM, Adek Alwi, Dr. Sastri Sunarti Sweeney, Dr. Sunu Wasono, Salimi Ahmad, Irawan Sandhya Wiraatmaja, Nunung Noor El Niel, Iverdixon Tinungki, Riri Satria, Ummi Rissa, Yeni Roja Murtadho, Soetan Radjo Pamoentjak, Jamal Rahman Iroth, Conie Sema, Heru Antoni, Ariany Isnamurti, serta Wendy Fermana.

Para admin adalah para relawan atau voluntir, karena mereka pun punya kesibukan sehari-hari. Hanya berbekal idealisme dan semangat gotong-royong, para admin mencoba untuk mengurusi DSJ di sela-sela kesibukannya.

DSJ memiliki afiliasi dengan Penerbit Teras Budaya, tetapi tidak ada keharusan untuk setiap anggota DSJ yang ingin membuat buku untuk menerbitkannya di teras Budaya. Setiap anggota DSJ bebas untuk menerbitkan buku di mana saja.

Grup ini hanya wahana untuk sastra, sehingga isu-isu politik, SARA, dan sejenisnya tidak relevan dengan kegiatan DSJ.

Jika Anda berminat untuk bergabung dengan DSJ dengan semangat saling berbagi, saling belajar, berpikiran terbuka, rendah hati dan santun, silakan sampaikan keinginan tersebut kepada kami melalui salah satu admin di Facebook.

Untuk korespondensi, silakan kirim ke : dapursastrajakarta@yandex.com

Terima kasih.
Salam.

16177630_248675722237189_147710647514397446_o